Selasa, 13 Juni 2017

Sejarah


Asal usul nama Indonesia – Nama Indoneisa untuk pertama kalinya muncul di dunia yaitu terdapat pada tulisan James Richardson Logan halaman 254 (1819-1869). Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago. Logan adalah orang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Pada saat mengusulkan nama Indonesia Logan tidak menyadari dan tidak menduga ternyata nama Indonesia itu menjadi nama bangsa dan Negara yang mana jumlah penduduknya merupakan peringkat keempat terbesar di dunia. Dari situlah James Richardson Logan secara konsisten menggunakan nama Indonesia dalam karya ilmiahnya, dan dengan seiring perjalanannya waktu pemakaian nama Indonesia menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi. Inilah yang menjadi titik awal mula nama Indonesia di dunia.
Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826-1905) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air kita tahun 1864 sampai 1880. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah Indonesia di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah Indonesia itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indie tahun 1918. Padahal Bastian mengambil istilah Indonesia itu dari tulisan-tulisan Logan.
Putra ibu pertiwi yang mula-mula menggunakan istilah Indonesia adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ketika di buang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau.

Rabu, 07 Juni 2017

Hikmah

Dahsyatnya Sholawat
Shalawat dan salam marilah kita sanjungkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw dan keluarga, sahabat-sahabat serta para pengikutnya.

Ada empat perbuatan ringan yang apabila kita lakukan, maka kita termasuk golongan orang yang tidak terpuji.

1. Seseorang yang membuang air kecil sambil berdiri, 2. Seseorang yang mengusap dahinya sebelum selesai dari shalat, 3. Seseorang yang mendengar adzan tetapi ia tidak menirukan seperti apa yang diucapkan muadzin, 4. seseorang yang apabila mendengar nama Nabi Muhammad Saw disebut, tetapi tidak membacakan shalawat atasnya.
Sabda Nabi Muhammad Saw: 
Artinya:
“Empat perbuatan termasuk perbuatan yang tidak terpuji, yaitu (1) bila seseorang buang air kecil sambil berdiri, (2) seseorang yang mengusap dahinya sebelum selesai dari shalat, (3). Seseorang yang mendengar adzan tetapi ia tidak menirukan seperti yang diucapkan muadzin, (4) seseorang yang apabila mendengar namaku disebut, tetapi ia tidak membacakan shalawat atasku. (HR. Bazzar dan Tabhrani)

Sabtu, 26 November 2016

Catatan Harianku



AL Mubarok ku
Al-mubarok...
Sudah cukup lama engkau tegak tanpa letih,
buat naungan hati yang gontai tertatih....
engkau berdiri begitu kokoh..
sebagai penempa insan pembentuk tokoh...

Sabtu, 05 November 2016

Catatan Harianku



CATATAN HARIANKU

Empat puluh kali empat puluh hari.

Sobat yang budiman, ini adalah kisah perjalanku di dalam mengamalkan Thoriqoh Qodiriyyah wan Naqsyabandiyyah Ponpes Suryalaya ,ke inginan menulis ini semata mata sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang aku peroleh dan semoga kisah kisah yang aku tulis bisa memberi manfaat bagi sobat yang membaca tulisan ini entah itu yag mengenalku ataupun yang belum mengenalku……. Amiin.
Sobat yang budiman ,aku adalah seorang perantau, awal merantau ke Jakarta ikut Om /Pak Lik dari jalur kakek( Bpk Tarmidi sekarang beliau di semanan Kali deres Jak Bar),beliau membuka usaha Kompeksi di tahun 80-an ,dan pada tahun 1985 aku pindah ke serpong sampai sekarang .
Pada tahun 1993 aku belajar Dzikir Thoriqoh Qodiriyyah wan Naqsyabandiyyah PonPes Suryalaya .
Kisah di bawah ini adalah sebagian dari banyak kisah yang saya alami selama empat puluh kali empat puluh hari pertamaku di dalam mengamalkan TQN Ponpes Suryalaya.
Awalnya biasa saja aku berdagang rokok di grobog rokok di pinggir jalan raya serpong tepatnya di depan pasar serpong,sehingga pada saatnya ada pelebaran jalan ,dan otomatis tempat dagangku kena gusur ,dan itulah awal mulanya saya tidak punya pekerjaan alias menganggur.

Kamis, 03 November 2016

Motivasi



Allah SWT telah menegaskan bahwa tujuan diciptakannya jin dan manusia adalah untuk mengabdi atau beribadah kepada-Nya. 
"Dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat:56)
Sebagian orang menganggap demikian terbatasnya aktifitas manusia yang mengisi hidupnya hanya untuk ibadah. Anggapan seperti ini terjadi karena pemahamannya tentang ibadah masih kurang lengkap. Menurut mereka, ibadah itu hanya berkaitan dengan ibadah ritual, seperti shalat, puasa, haji, dan yang semisal dengannya. Sedangkan urusan selain itu dianggap bukan bagian dari ibadah.
Sebagaimana kita maklumi, sesungguhnya manusia sangat perlu untuk melakukan usaha guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Salah satu usaha tersebut dinamakan dengan bekerja. Motivasi dalam bekerja itu bisa berbeda-beda. Ada yang bekerja sekedar untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Mayoritas orang melakukannya adalah karena untuk memenuhi nafkah keluarganya. Banyaknya waktu yang digunakan sehari-hari untuk bekerja biasanya mencapai 8 sampai 9 jam/hari. Jika bekerja itu tidak menjadi bagian dari ibadah kepada Allah, maka alangkah banyaknya waktu terpakai yang tidak digunakan untuk melaksanakan tugas pokok sebagai hamba Allah yakni beribadah.
Apakah bekerja mencari nafkah bisa menjadi bagian dari ibadah kepada Allah dan bagaimanakah caranya? Pertanyaan ini sangat penting untuk ditemukan jawabannya dalam kaitan membuat waktu kerja yang panjang itu menjadi bernilai ibadah. Semakin banyak mengisi kehidupan dengan ibadah, maka akan semakin banyak pula investasi akhirat yang dapat kita persiapkan.